Sunday, September 6, 2015

Jogja yang istimewa tak pernah kehilangan pesonanya meski malam hari telah menjelang. Justru, pada malam hari lah kita bisa menikmati keindahan Jogja dari sisi yang lain

Ada banyak tempat-tempat seru untuk menghabiskan malam di Jogja. Salah satunya adalah Taman Pelangi. Beberapa orang juga menyebut tempat ini sebagai Taman Lampion

Di Taman Pelangi kita bisa melihat berbagai lampion dengan berbagai warna dan bentuk. Taman ini juga dihiasi dengan lampu-lampu taman berbagai bentuk dan rupa sehingga membuat suasana malam disana terasa semakin asik

Lokasi Taman Pelangi ini berada satu kompleks dengan Museum Monjali di jalan ring road utara Jogja, kabuten Sleman. Tempat ini menjadi salah satu wisata malam Jogja yang cukup digemari anak-anak muda. Biasanya mereka datang kesini bersama teman-teman untuk sekedar berfoto dengan lampion warna-warni atau sekedar duduk di taman sambil menikmati indahnya langit malam Jogja

Tongkrongan malam di Jogja memang tak pernah ada habisnya. Di Taman Pelangi ini kamu bisa menikmati suasana malam di Jogja dari sisi yang berbeda. Monumen Tugu Monjali yang berbentuk seperti kerucut akan terlihat remang-remang saat hari mulai gelap. Sementara danau yang mengelilinginya menjadi pemandangan yang indah saat malam hari. Di sekitar danau telah disediakan kursi-kursi yang bisa digunakan untuk duduk sambil bercengkrama. Selain berbagai bentuk lampion warna-warni, Taman Pelangi juga punya fasilitas taman bermain untuk anak-anak. Sedangkan untuk menikmati keindahan cahaya warni-warni lampion kita bisa berjalan menyusuri taman mulai sudut sebelah selatan sampai sudut sebelah utara. Kita akan menjumpai berbagai bentuk lampion seperti angsa, hati, serta berbagai boneka lucu yang sangat fotogenik

Jika sedang beruntung, kamu juga akan menemukan permainan musik akustik di Taman Pelangi. Pertunjukan ini akan semakin berkesan dinikmati bersama orang spesial. Apalagi dibawah langit Jogja yang sangat romantis. Pasti akan jadi momen yang tak terlupakan

Kecuali jika ingin menikmati kesendirian, sebaiknya jangan datang ke Taman Pelangi seorang diri. Karna yang datang kesini biasanya adalah mereka yang ingin pacaran. Jadi, daripada keki melihat orang pacaran sementara kita hanya duduk sendiri, lebih baik ajak teman

Saturday, August 22, 2015

Indrayanti merupakan pantai yang paling dicari di Jogja karna suasana di pantai ini mirip dengan pantai-pantai di Indonesia Tengah dan Timur. Pantai ini berpasir putih dan sangat bersih dengan air laut berwarna biru jernih

Pantai Indrayanti sendiri merupakan sebuah pantai yang ada di kabupaten Gunung Kidul. Lokasinya berada di sebelah timur pantai Sundak. Diantara beberapa pantai cantik yang ada di Gunung Kidul pantai Indrayanti adalah yang paling dicari. Pengelolaan pantai ini juga lumayan bagus. Hal ini bisa dilihat dari fasilitas-fasilitas yang cukup lengkap serta tidak adanya sampah di sepanjang pantai. Pengelola mengenakan sistem denda kepada pengunjung yang kedapatan membuang sampah sebarangan

Keterlibatan pihak swasta dalam pengelolaan panti ini menjadi salah satu faktor keasrian pantai Indrayanti

Nama pantai ini sebenarnya adalah pantai Pulang Syawal. Sedangkan Indrayanti sendiri merupakan nama seorang pemilik cafe yang ada disana. Namun, karna papan nama yang ada di cafe tersebut cukup mencolok akhirnya banyak yang menyebut pantai ini dengan nama pantai Indrayanti

Berada di pantai Indrayanti kita akan langsung teringat dengan suasana pantai yang ada di Bali. Deretan payung terlihat berjajar dengan orang-orang berteduh dibawahnya, resto-resto yang banyak terpampang di pinggir pantai, pasir pantai berwarna putih dan memiliki tekstur lembut merupakan sajian yang ada di pantai Indrayanti. Air laut yang ada di pantai ini berwarna biru bersih dengan ombak sedang. Ombak tersebut bergemuruh seakan-akan memanggil-manggil wisatawan untuk mencebur dan berbasah-basahan

Jika merasa lapar kita tinggal memesan makanan di warung/cafe yang banyak tersedia di sekitar pantai. Kita bisa duduk-duduk santai dibawah payung sambil menikmati air kelapa dan lantunan musik reggae ala Steven and Coconut Treez. Damai

Sekedar berjalan-jalan bertelanjang kaki sembari merasakan lembutnya pasir pantai juga merupakan pilihan yang tak kalah seru. Kita bisa berjalan-jalan sambil menikmati embusan angin pantai yang khas. Di ujung timur pantai ada sebuah bukit karang yang bisa kita daki. Dari atas bukit ini kita bisa melihat pemandangan laut lepas membentuk garis horison yang panjang. Pemandangan pantai terlihat berbeda dari atas bukit ini: indah. Orang-orang akan terlihat begitu mungil sedangkan payung-payung yang berjejer terlihat bagai titik warna-warni yang mempesona

Di sepanjang pantai ini terdapat tumbuhan pandan pantai yang seolah-olah melengkapi pemandangan indah pantai Indrayanti. Pantai Indrayanti tak berhenti memamerkan pesonanya meski malam telah menjelang. Gemerlap lampu yang dipancarkan oleh cafe-cafe membuat suasana malam di pantai ini semakin indah. Pantai Indrayanti memang keren

Wednesday, August 12, 2015

Goa Kiskendo adalah sebuah goa yang terdapat di kabupaten Kulon Progo, DIY. Goa ini terletak di alam terbuka dan merupakan goa alami yang memiliki sebuah cerita yang melatar belakanginya

Bagian dalam goa ini cukup luas dan terdapat banyak cekungan pada dinding-dinging goa yang digunakan untuk tempat bersemedi. Goa Kiskendo merupakan sebuah goa yang memiliki cerita legenda. Pada jaman dulu goa ini merupakan sebuah goa yang menjadi tempat tinggal dua makhluk raksasa bernama Mahesasura dan Lembusura. Mahesura adalah raksasa dengan kepala kerbau sedangkan Lembusura adalah raksasa dengan kepala sapi

Dalam cerita pewayangan jaman dulu, kedua raksasa tersebut akan dibunuh oleh Subali dan Sugriwa setelah mendapat perintah dari Batara Guru. Maka terjadilah pertempuran yang melibatkan kedua raksasan tersebut dengan Subali dan Sugriwa. Dalam cerita pewayangan Jawa, Subali dan Sugriwa adalah kakak beradik

Kembali ke Goa. Lokasi goa Kiskendo berada di perbukitan menoreh yang membentang di barat laut Kulon Progo. Goa ini berada di ketinggian sekitar 1200 mdpl sehingga tak heran kalau hawa di sekitar goa ini sangat sejuk dan nyaman

Penjelajahan goa Kiskendo dimulai dengan melewati anak tangga menuju mulut goa. Setelah memasuki area goa suasana mistis langsung terasa. Goa Kiskendo senantiasa lembab dan gelap. Untuk menyusuri setiap sudut goa kita biasanya akan dipandu oleh seorang juru kunci yang akan menjelaskan setiap detail bagian goa beserta cerita-cerita yang melatarbelakanginya

Yang menarik dari goa ini adalah keberadaan sebuah sungai yang konon airnya tak pernah surut meski musim kemarau. Ketika terjadi pertempuran antara Mahesasura dan Lembusura dan Subali, sungai ini mengalirkan air berwarna merah dan putih. Warna merah merupakan darah dari Mahesasura dan Lembusura sedangkan warna putihnya berasal dari darah  Subali

Di goa ini telah dibangun jalanan setapak dari cor semen untuk memudahkan para pengunjung menjelajahi setiap isi goa. Bagian utama goa ini sendiri cukup luas. Di bagian ini terdapat cekungan-cekungan di dinding goa yang menjadi tempat semedi. Tempat-tempat semedi tersebut memiliki nama sendiri-sendiri. Antara lain adalah Pertapaan Ledhek yang digunakan untuk meningkatkan seni dalang dan tari, Pertapan Kusuma untuk tempat semedi bagi mereka yang menginginkan jabatan serta Pertapaan Santri Tani bagi mereka yang mengingingkan kesuksesan dalam pertanian dan perkebunan

Di goa Kiskendo ini juga terdapat stalagmit indah yang menestkan air ke permukaan tanah. Bentuk stalagmit yang menyerupai lidah ini dipercaya sebagai lidah dari kedua raksasa yang tinggal di tempat ini — Mahesasura dan Lembusura. Sedangkan tetesan air yang jatuh ke permukaan dipercaya sebagai air liur dari kedua raksasa tersebut

Sayangnya, tetap saja ada tangan-tangan jahil yang membuat coretan di beberapa bagian dinding goa yang merusak keindahan alami goa

Area di sekitar goa ini sudah dikembangkan untuk mendukung kegiatan wisata. Di area sekitar goa terdapat tempat bermain untuk anak-anak. Hawa sejuk yang ada di sekitar goa juga cukup asik untuk bersantai sejenak dan menenangkan pikiran

Friday, July 31, 2015

Pantai Krakal merupakan salah satu pantai cantik yang ada Gunung Kidul, DIY. Dengan tipikal pantai Gunung Kidul yang berpasir putih, pantai Krakal menjadi tempat yang asyik untuk bersantai dan bermalas-malasan

Lokasi pantai Krakal berjarak sekitar 2km sebelah barat pantai Sundak. Berada di pantai Krakal akan membuat siapapun jadi PW dan malas pulang

Pantai Krakal termasuk pantai yang kurang cocok untuk dipakai berenang. Sebabnya, bibir pantai ini dipenuhi oleh batuan karang. Pengunjung yang datang ke pantai ini biasanya adalah mereka yang ingin bersantai atau surfing. Ombak yang ada di pantai Krakal memang cukup proporsional untuk melakukan surfing

Keindahan pantai Krakal tak perlu dipertanyakan lagi. Memasuki area pantai kita akan langsung disuguhi oleh deburan ombak khas Pantai Selatan. Pasir putihnya membuat keindahan pantai ini semakin terpancar

Pengembangan pantai Krakal sebagai tempat wisata sudah cukup baik. Di sekitar pantai sudah terdapat gazebo-gazebo yang bisa digunakan untuk leyeh-leyeh sambil bercengkrama bersama teman-teman atau keluarga. Warung makan serta hotel juga sudah banyak terdapat di sekitar pantai

Tak perlu khawatir soal akses jalan. Jalanan menuju pantai ini sudah cukup bagus bahkan untuk kendaraan roda empat

Karna pantai Krakal kurang cocok untuk berenang, banyak pengunjung yang hanya duduk-duduk di pinggiran pantai atau gazebo sambil merasakan angin pantai yang sejuk. Ada pula yang berjalan-jalan santai menyisir bibir pantai. Jika kamu ingin bermain-main air di bibir pantai sebaiknya mengenakan alas kaki karna batu-batu karang yang ada di pinggiran pantai ini cukup tajam

Daya tarik lain pantai Krakal adalah keberadaan sebuah batu karang mirip pulau kecil yang terdapat di ujung kanan pantai. Diatas batu karang tersebut terdapat sebuah gazebo yang sengaja disediakan untuk menikmati pemandangan laut lepas dari ketinggian

Yang menarik dari pantai Krakal adalah keberadaan ikan-ikan kecil yang berenang diantara batu-batu karang di bibir pantai. Berbagai jenis ikan seperti ikan Kepe, ikan Bestum, ikan Pogat serta ikan Tiger bisa kamu jumpai di pantai Krakal. Untuk kamu yang suka seafood, kamu juga bisa memesan ikan bakar di warung terdekat yang bisa kamu nikmati sambil menikmati suasana pantai. Nyus!

Wednesday, July 1, 2015

Saat di Jogja kamu tak akan pernah kehabisan ide untuk traveling. Mau mencari tempat yang seperti apapun ada di Jogja. Jika kamu termasuk pemburu senja, ada sebuah tempat baru di Jogja yang bisa kamu kunjungi selain Ratu Boko. Tempat tersebut adalah Embung Nglanggeran

Tempat ini baru diresmikan oleh gubernur Jogja, Sri Sultan Hamengkubuwono X pada awal tahun 2013 lalu. Embung Nglanggeran merupakan sebuah telaga buatan yang berada di ketinggian bukit sehingga memiliki pemandangan yang sangat indah. Terutama saat sore hari. Pemandangan hijau yang luas membentang akan disiram oleh cahaya kuning matahari senja yang menghadirkan pesona alam yang begitu memukau

Sebelum dijadikan sebagai embung alias telaga buatan, tempat ini hanyalah sebuah bukit biasa. Setelah diubah menjadi embung, tempat ini kini menjadi ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Embung ini memiliki fungsi ganda. Selain sebagai tempat wisata, embung Nglanggeran juga berfungsi sebagai sumber air untuk kebun buah yang ada di sekitar embung

Lokasi embung ini semakin istimewa karna berada dekat dengan Gunung Api Purba, sekitar 2 km saja. Dari pinggiran embung kita bisa menyaksikan batu-batu raksasa yang membentuk gugusan Gunung Api Purba

Tempat wisata ini sendiri sudah dikelola dengan baik. Di sekitar embung juga terdapat gazebo yang bisa digunakan untuk duduk-duduk sambil menikmati pemandangan di sekitar embung. Agak naik sedikit dari embung terdapat sebuah area semacam hutan dengan beberapa tulisan unik. Di tempat ini kamu bisa duduk-duduk santai sambil menikmati pemandangan hijau yang begitu indah

Air di embung Nglanggeran ini berwarna biru toska dengan ikan-ikan kecil di dalamnya. Namun, pengunjung tidak diperkenankan untuk memancing di tempat ini. Di pinggiran embung juga diberi pembatas pagar untuk mencegah pengunjung bermain dengan air

Perlu dicatat, cuaca di tempat ini sangat panas saat siang hari. Jika kamu ingin jalan-jalan ke tempat ini, sebaiknya mengambil waktu sore atau pagi. Para wisatawan yang baru melakukan pendakian ke Gunung Api Purba biasanya juga mampir ke tempat ini

via Yukpiknik.com

Wednesday, June 24, 2015

Bisa menemukan sebuah tempat wisata baru — yang keberadaannya belum diketahui oleh banyak orang — merupakan sebuah kepuasan tersendiri. Di Jogja masih banyak tempat-tempat seru yang keberadaannya baru diketahui oleh segelintir orang saja

Air terjun Randusari adalah salah satu tempat seru lain di Jogja yang keberadaannya belum diketahui oleh banyak traveler. Air terjun cantik ini berada di kabupaten Bantul. Lokasinya memang sedikit tersembunyi dan butuh sedikit perjuangan untuk mencari tempat ini. Air terjun ini berada di sebuah desa di kecamatan Dlingo

Untuk kamu yang ngaku traveler sejati dan gemar bertualang mencari tempat-tempat baru, air terjun yang satu ini barangkali bisa jadi tujuan baru kamu untuk agenda tualang selanjutnya. Datanglah kesana dan rasakan sensasi alam yang luar biasa

Untuk bisa sampai ke lokasi air terjun ini cara paling gampang adalah melalui jalan Wonosari-Jogja. Sesampainya di pos polisi Pathuk kita bisa ambil arah Dlingo. Air terjun Randusari berada di dusun Dusun Rejosari, Desa Jatimulyo. Perlu diketahui, air terjun ini belum dikelola sebagai sebuah tempat wisata komersial. Jadi, tidak ada fasilitas apapun disana, termasuk tempat parkir. Lokasi air terjun sendiri berjarak beberapa ratus meter dari desa sehingga membutuhkan waktu beberapa menit berjalan kaki menuju lokasi

Tapi, dijamin kamu tak akan bosan karna suasana dalam perjalanan terasa sangat menyenangkan. Suasana alam begitu terasa. Hal yang akan membuat pikiran menjadi tenang dan nyaman

Begitu sampai di lokasi air terjun kita akan langsung disambut oleh suara gemuruh. Suara gemuruh tersebut seketika akan terdengar begitu merdu setelah kita melihat aliran air yang jatuh dari ketinggian yang terlihat begitu cantik dan menawan. Air tersebut kemudian mengalir ke sebuah sungai kecil yang airnya begitu segar. Alam memang selalu bisa membuat siapapun mendadak menjadi melankolis dan romantis

Air terjun Randusari dikeliling oleh berbagai macam jenis pohon. Salah satu pohon yang tumbuh di sekitar air terjun adalah pohon randu yang nampaknya menjadi dasar penamaan air terjun ini, “Randusari”. Karna suasana di sekitar air terjun ini sangat sepi, kita bisa melakukan apapun disana layaknya di air terjun pribadi. Mau hammock-an atau sekedar duduk-duduk santai menikmati suasana alam yang segar. It’s up to you

Thursday, June 18, 2015

Ada banyak sekali pantai yang bisa kunjungi di Gunung Kidul, Jogja. Salah satunya adalah pantai Wediombo. Pantai Wediombo merupakan pantai berpasir putih lainnya yang ada di kabupaten Gunung Kidul

Pantai Wediombo dikenal sebagai pantai yang memiliki batu karang dimana banyak orang yang memancing ikan dari atas batu karang tersebut. Selain itu, pantai Wediombo juga memiliki sebuah “kolam renang” alami yang sering dijadikan tempat berenang oleh pengunjung. Letak “kolam renang” ini berada di pinggir pantai dan dipisahkan oleh batu karang

Dalam bahasa Jawa wedi artinya pasir sedangkan ombo artinya luas. Jadi, arti nama pantai Wediombo secara harfiah adalah pasir yang luas. Meski demikian, pantai ini sebenarnya tidak luas-luas amat. Masih kalah luas jika dibandingkan dengan pantai-pantai lain di Jogja, misalnya Parang Tritis

Walau demikian pantai ini tetap memiliki daya tarik yang membuatnya menjadi salah satu pantai yang paling banyak dicari di Gunung Kidul. Salah satu daya tarik utama pantai ini adalah batu-batu karang yang biasa digunakan untuk memancing ikan. Kegiatan memancing ikan di atas batu karang di pantai Wediombo dulunya hanya dilakukan oleh penduduk setempat. Namun, kini banyak penggemar mancing yang sering menghabiskan waktu di pantai ini

Lokasi pantai Wediombo berada dibawah permukaan rata-rata tanah sekitar. Untuk mencapai lokasi pantai para pengunjung harus melewati puluhan anak tangga terlebih dahulu. Setelah itu, keindahan panorama pantai Wediombo akan dapat dinikmati dengan leluasa

Pengunjung yang datang ke pantai Wediombo biasanya menghabiskan waktu dengan berenang dan bermain-main pasir — selain tentu saja — memancing ikan dari atas batu karang. Dibandingkan pantai-pantai lain di Gunung Kidul suasana pantai Wediombo ini masih cenderung sepi. Untuk kamu yang ingin mencari tempat untuk menenangkan diri ala pantai, pantai Wediombo bisa menjadi pilihan yang pas

Meski tak seramai pantai lainnya di Gunung Kidul, misalnya Indrayanti, namun fasilitas yang ada pantai Wedimbo ini juga cukup lengkap. Mushola, kamar mandi, warung. Semua sudah tersedia di Wediombo

Categories

About

Blog ini adalah perpanjangan tangan dari Yukpiknik.com. Blog ini secara khusus mengulas tempat-tempat wisata di Jogja. Selengkapnya

Popular Posts