Thursday, October 1, 2015

Di Jogja kita tak akan pernah kehabisan tempat untuk jalan-jalan. Inilah yang membuat siapapun yang tinggal di Jogja selalu betah dan tak ingin pulang. Di Jogja ada banyak tempat-tempat wisata, baik yang mainstream maupun yang anti mainstream

Candi Sambisari adalah salah satu tempat wisata di Jogja yang bisa dikatakan anti mainstream karna candi ini bukanlah wisata unggulan di Jogja. Candi Sambisari adalah salah satu candi yang paling unik di Jogja. Dikatakan demikian karna lokasi bangunan candi ini berada dibawah perbukaan tanah

Seperti kebanyakan candi lain di Jogja (termasuk Prambanan), Candi Sambisari merupakan sebuah candi bercorak Hindu. Menurut catatan sejarah, candi ini dibangun pada abad ke-9 pada masa pemerintahan raja Rakai Garung di jaman Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini sempat “hilang” sebelum akhirnya ditemukan pada tahun 1966 oleh seorang petani di desa Sambisari. Karna lokasi ini kebetulan berada di desa Sambisari, maka candi ini dimakan Candi Sambisari

Setelah ditemukan pada tahun 1966 candi ini kemudian dipugar pada tahun 1986 oleh Dinas Purbakala. Lokasi candi ini berada kira-kira 6,5 meter dibawah permukaan tanah. Terkuburnya Candi Sambisari ini diperkirakan akibat letusan gunung merapi yang terjadi pada abad ke-11. Letusan yang hebat membuat candi ini terkubur oleh lahar hasil letusan Gunung Merapi

Jika kamu sudah bosan dengan suasana Candi Prambanan atau Ratu Boko, Candi Sambisari bisa menjadi alternatif untuk menghabiskan sore di Jogja. Lokasi Candi Sambisari tidak terlalu jauh dari Candi Prambanan. Sekitar 4 km

Bangunan utama candi Sambisari ini dikelilingi oleh pagar batu yang memiliki ukuran kira-kira 50 m x 48 m. Seperti candi-candi pada umumnya, di Candi Sambisari kita juga akan menemukan arca-arca bernuansa Hindu seperti patung Ganesha, patung Agastya, patung Durga Mahisasuramardini dan beberapa arca lain

Candi Sambisari memiliki taman yang cukup luas dan nyaman. Pada salah satu dinding taman terdapat tulisan Candi Sambisari yang cukup memperindah pemandangan. Untuk mengetahui sejarah tentang Candi Sambisari, ada sebuah museum mini yang memuat informasi-informasi penting tentang Candi Sambisari. Dengan mengunjungi museum ini, kita tidak akan menjadi pengunjung yang “buta”

Monday, September 28, 2015

Jika kamu sedang berlibur ke Jogja dan mencari destinasi wisata pantai, pergi lah ke daerah Gunung Kidul. Di sana ada banyak sekali deretan pantai yang memiliki pesona yang memikat

Gunung Kidul adalah kabupaten yang memiliki wisata pantai paling banyak di propinsi DIY. Di balik Pegunungan Sewu yang luas dan panjang, terbentang puluhan pantai yang bisa kita pilih sesuai keinginan dan selera

Jika ingin mengunjungi salah satu pantai yang ada di sana, sebaiknya kita merencanakan dulu kegiatan apa yang akan dilakukan. Jika ingin snorkeling, Pantai Sadranan bisa menjadi pilihan yang tepat. Pantai ini memiliki pemandangan bawah laut yang memikat dan cukup populer sebagai destinasi snorkeling di Gunung Kidul. Selain itu, ombak di bibir pantainya juga tidak terlalu ganas sehingga kita bisa melayang-layang di atas air laut di tepian pantai sambil menikmati pemandangan bawah laut yang ada

Karna sudah mendapat “label” sebagai pantai yang cocok untuk snorkerling, di sekitar pantai sudah banyak penyedia alat-alat snorkeling yang bisa kita sewa sehingga kita tidak perlu membawa dari rumah

Fasilitas lain yang ada di pantai ini adalah gazebo-gazebo yang bisa kita gunakan untuk menikmati pemandangan dan suasana pantai. Gazebo-gazebo sederhana beratap daun kering tersebut bisa kita gunakan untuk duduk-duduk atau rebahan

Secara umum, suasana di Pantai Sadranan tidaklah jauh berbeda dengan pantai-pantai lain di Gunung Kidul pada umumnya. Pantai ini memiliki pasir putih serta terdapat tebing-tebing karang di sekelillingnya

Ciri khas utama pantai ini adalah pantainya yang dangkal dan landai. Jika air sedang surut, kita bisa melihat susunan karang yang membentuk seperti lantai alami yang luas dan kasar. Lokasi Pantai Sadranan diapit oleh Pantai Ngandong dan Pantai Krakal. Ada juga Pantai Sundak yang berada di sebelah timur Pantai Ngandong. Jika mau, kita bisa berjalanan menyusuri pantai untuk sampai ke pantai-pantai tetangga tersebut. Baik Krakal, Ngandong maupun Sadranan memiliki karakteristik yang hampir sama. Ketiganya sama-sama bisa digunakan untuk snorkeling. Namun, Pantai Sadranan adalah yang paling terkenal untuk kegiatan ini

Tuesday, September 22, 2015

Ada beberapa pantai di kabupaten Gunung Kidul, Jogja yang namanya sedikit aneh di telinga. Salah satunya adalah Pantai Ngeden

Pertama kali mendengar nama pantai ini orang pasti akan langsung mikir “apaan sih ngeden?”. Mengenai nama ini ada beberapa versi. Salah satunya menyebutkan bahwa kata “ngeden” merupakan plesetan dari kata “ngedan”. Konon, awalnya pantai ini bernama Pantai Ngedan. Namun, karna kata “ngedan” terkesan negatif akhirnya digantilah menjadi “ngeden”

Meski memiliki nama yang cenderung agak aneh, pantai ini memiliki pesona yang tidak kalah indah. Kalau urusan pantai Gunung Kidul memang bisa diandalkan

Pantai Ngeden ini menjadi salah satu pantai underrated di Gunung Kidul. Jarang diekspose namun memiliki pesona yang boleh diadu dengan pantai-pantai lain. Kelemahan pantai ini mungkin adalah ukuran garis pantainya yang tidak terlalu panjang serta diapit oleh dua buah tebing karang. Akses masuk ke pantai ini juga tidak mudah karna ada beberapa bagian jalan yang sudah rusak parah

Hanya saja, suasana pantai yang sepi seperti memanggil-manggil kita untuk tetap kesana meski harus melewati jalanan beraspal yang mulai terkelupas

Jika kamu mencari pantai untuk camping, Pantai Ngeden ini mungkin bisa kamu jadikan alternatif. Tidak seperti pantai Greweng atau Pantai Ngrumput yang mengharuskan kita untuk berjalan kaki melewati perkebunan para penduduk, kita bisa membawa kendaraan sampai ke area Pantai Ngeden. Pantai ini juga tak terlalu “terisolasi” seperti Ngrumput dan Greweng. Beberapa fasilitas sudah tersedia seperti toilet, warung serta area parkir. Di pantai ini bahkan sudah ada gazebo yang bisa digunakan untuk menikmati pemandangan di sekitar pantai. Gazebo tersebut berada di sebuah bukit

Bukit-bukit yang ada di sekitar Pantai Ngeden ini tidak hanya jadi penghias saja. Namun juga menjadi tempat bermain yang asik. Beberapa pengujung bahkan mendirikan tenda di atas bukit tersebut karna suasananya memang camingable

Friday, September 18, 2015

Pantai Siung merupakan salah satu pantai yang berada di kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarga. Pantai ini berada Dusun Wates, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus.

Jika ditempuh dari kota Jogja membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk bisa sampai ke pantai ini dengan terlebih dulu melewati jalanan yang berkelok-kelok dan naik turun di sepanjang perjalanan menjelang pantai. Jadi, pastikan kondisi kendaraan kamu dalam keadaan prima ketika ingin liburan ke pantai Siung ini

Pantai Siung sangat terkendal dengan batu-batu karangnnya yang besar dan melimpah. Nama pantai Siung sendiri juga berasal dari sebuah batu karang yang berada disana. Di pantai ini terdapat sebuah batu karang berukuran besar yang letaknya agak menjolok ke laut. Bentuk batu karang tersebut menyerupai gigi kera atau oleh masyarakat disebut Siung Wanara. Dalam Bahasa Jawa Siung berarti gigi taring

Seperti halnya pantai-pantai yang berada di Gunung Kidul, pantai Siung ini juga memiliki pasir putih serta air yang bersih. Sangat menggoga sekali untuk berenang atau berbasah-basahan. Selain pesona pantai yang begitu memukau, pantai siung juga memiiki ciri lain

Tebing-tebing yang berada di sekitar pantai banyak dimanfaatkan oleh mereka yang mempunyai hobby panjat tebing. Saat ini sudah ada sekitar 250 jalur panjat tebing yang ada disana.

Di sebelah timur pantai ini juga terdapat area camping ground yang cukup luas. Untuk kamu yang suka beach camp, pantai Siung bisa menjadi salah satu tempat menarik untuk melakukan makrab organinasi atau semacamnya. Di pantai ini juga terdapat binatang kera ekor panjang yang biasanya akan turun ke pantai saat malam hari atau saat pantai sedang sepi pengunjung. Jadi, kalau kamu ingin melakukan beach camp di pantai Siung pastikan semua perlengkapan serta logistik berada di dalam tenda

Tuesday, September 15, 2015

Ingin mencari tempat liburan yang beda di Jogja? Cobalah untuk ke Kebun Buah Mangunan yang berada di Bantul. Kebun buah Mangunan ini berada di kecamatan Dlingo, Bantul. Namun lebih dekat dengan Imogiri. Pemandangan di kebuh buah ini benar-benar menyejukkan. Hijau!

Jika ditempuh dari kota Jogja, membutuhkan waktu sekitar satu jam naik kendaraan bermotor untuk bisa sampai ke Kebu Buah Mangunan. Jalan saja ke arah Imogiri. Setelah sampai di pasar Imogiri akan ditemui penunjuk arah untuk menuju Taman Buah Mangunan

Taman Buah Mangunan mulai dibangun oleh pemerintah kabupaten Bantul pada tahun 2003. Lokasi taman buah ini berada di ketinggian sekitar 150-200 mdpl dengan luas area mencapai 23.3415 hektar.

Di kebun buah ini pengunjung bisa melihat berbagai macam pohon buah seperti rambutan, belimbing, durian, dll. Pengunjung tidak diperbolehkan untuk memetik buah.

Objek utama Taman Buah Mangunan adalah puncaknya yang memiliki pemandangan yang sangat indah. Di puncak Taman Buah Mangunan pengunjung akan disuguhi oleh pemandangan Pegunungan Sewu yang hijaunya akan menghadirkan kesejukan dimata. Pemandangan itu semakin indah dipadu dengan pemandangan Sungai Oyo yang airnya hijau toska nan beningIngin mencari tempat liburan yang beda di Jogja? Cobalah untuk ke Kebun Buah Mangunan yang berada di Bantul. Kebun buah Mangunan ini berada di kecamatan Dlingo, Bantul. Namun lebih dekat dengan Imogiri. Pemandangan di kebuh buah ini benar-benar menyejukkan. Hijau!

Jika ditempuh dari kota Jogja, membutuhkan waktu sekitar satu jam naik kendaraan bermotor untuk bisa sampai ke Kebu Buah Mangunan. Jalan saja ke arah Imogiri. Setelah sampai di pasar Imogiri akan ditemui penunjuk arah untuk menuju Taman Buah Mangunan

Taman Buah Mangunan mulai dibangun oleh pemerintah kabupaten Bantul pada tahun 2003. Lokasi taman buah ini berada di ketinggian sekitar 150-200 mdpl dengan luas area mencapai 23.3415 hektar.

Di kebun buah ini pengunjung bisa melihat berbagai macam pohon buah seperti rambutan, belimbing, durian, dll. Pengunjung tidak diperbolehkan untuk memetik buah.

Objek utama Taman Buah Mangunan adalah puncaknya yang memiliki pemandangan yang sangat indah. Di puncak Taman Buah Mangunan pengunjung akan disuguhi oleh pemandangan Pegunungan Sewu yang hijaunya akan menghadirkan kesejukan dimata. Pemandangan itu semakin indah dipadu dengan pemandangan Sungai Oyo yang airnya hijau toska nan bening

Untuk bisa sampai ke puncak pengunjung harus melewati jalanan menanjak yang cukup curam. Kendaraan bermotor memang bisa sampai ke puncak serta terdapat area parkir. Namun, akan lebih asyik jika kendaraan diparkir di dekat pintu masuk dan berjalan kaki menuju puncak. Sepanjang perjalanan kamu akan bisa melihat-lihat pohon-pohon buah sembari menikmati suasana hijau yang khas pegunungan. Di Taman Buah Mangunan ini disediakan trototar khusus yang bisa digunakan oleh pengunjung yang ingin berjalan kaki sampai ke puncak

Di puncak Taman Buah Mangunan ini terdapat gardu pandang yang lokasinya berada di sebelah selatan. Gardu pandang tersebut mengarah langsung ke Sungai Oyo dan Pegunungan Sewu. Waktu paling pas untuk datang ke puncak Taman Buah Mangunan adalah pada sore hari menjelang senja. Banyak pengunjung yang datang ke puncak Kebun Buah Mangunan pada sore menjelang senja untuk menikmati pemandangan sunset dari atas bukit

Monday, September 14, 2015

Ibarat menyusuri jalan tak berujung, membicarkan tempat-tempat wisata di daerah Gunung Kidul, DIY juga tidak ada habisnya. Satu tempat telah populer, ada tempat lain yang berpotensi menjadi lebih populer

Pantai Kesirat adalah salah satu pantai yang mungkin akan segera menjadi populer

Jika kamu mengharapkan sebuah pantai berpasir putih lengkap dengan ombaknya yang memanggil-manggil untuk bercumbu, bersiaplah untuk kecewa karna pantai ini tidak menawarkan hal-hal yang demikian. Pantai Kesirat merupakan sebuah pantai tebing karang yang lebih cocok untuk camping. Datang ke pantai saat siang bolong juga bukan pilihan yang tepat. Terik matahari niscaya akan membuat badan gosong

Para pecinta alam yang tinggal di Jogja tentu sudah sering mendengar nama pantai ini. Hampir semua orang yang datang ke pantai ini bertujuan untuk menikmati malam di sana. Jangan heran kalau kamu datang ke sini lalu mendapati telah ada tenda yang berdiri. Pantai Kesirat memang populer sebagai tujuan camping, bukan snorkeling, diving apalagi surfing

Pantai Kesirat tidak menawarkan kelembutan pasir sebagaimana umum kita jumpai di pantai-pantai di daerah Gunung Kidul. Yang ada hanyalah tanah berumput yang akan mengering saat musim kemarau. Dari atas tebing ini kita bisa menikmati pemandangan laut lepas yang tak terbatas. Menyadarkan kita bahwa kuasa Tuhan memang sangat luas

Saat tiba di pantai ini kita mungkin akan langsung teringat dengan Pantai Pok Tunggal. Bukan karna pasir putihnya, tapi keberadaan sebatang pohon yang berdiri sendiri dan kesepian. Banyak yang menyebut pohon ini sebagai pohon abadi. Keberadaan pohon ini akan membuat suasana senja di Pantai Kesirat menjadi semakin menawan. Saat matahari mulai beranjak hendak meninggalkan garis horison, pendar-pendar oranye yang muncul dari balik ranting-ranting pohon akan menjadi pemandangan yang sangat indah. Siagakan kamera untuk mengabadikan momen ini

Selain para traveler yang ingin camping, Pantai Kesirat juga sering dikunjungi oleh penduduk lokal yang hobby memancing. Sebelum populer sebagai tempat camping, pantai ini terlebih dulu dikenal sebagai tempat untuk memancing warga lokal atau siapapun yang memiliki hobby memancing

Oleh warga lokal, Pantai Kesirat ini termasuk pantai yang disakralkan. Setiap tahun, ada upacara tertentu yang diadakan di Pantai Kesirat. Sebuah kearifan lokal yang wajib kita hargai

Tuesday, September 8, 2015

Puncak Suroloyo merupakan sebuah tempat yang ajib banget untuk menikmati sisi lain Jogja. Tidak, dari sini kita tidak bisa melihat bangunan-bangunan yang ada di kota Jogja seperti yang bisa kita lihat ketika berada lantai tinggi gedung bertingkat. Apa yang akan kita saksikan di Puncak Suroloyo jauh lebih keren

Puncak Suroloyo adalah bagian dari Perbukitan Menoreh yang membentang di pinggiran Jogja dan Jawa Tengah. Puncak ini merupakan tanah tertinggi yang ada ada perbukitan tersebut. Tingginya sekitar 2.000 mdpl. Dari ketinggian ini kita bisa menyaksikan pemandangan hijau sepanjang mata memandang, gunung-gunung, dan candi Borobudur. Yap, dari puncak Suroloyo kita juga bisa menyaksikan kemegahan bangunan candi Borobudur yang sangat terkenal itu

Jika kamu pernah main ke Kebun Buah Mangunan di Bantul, kira-kira seperti itulah pemandangan yang akan kamu dapatkan. Namun, karna lokasi Puncak Suroloyo lebih tinggi dari Kebun Buah Mangunan, maka pemandangan yang bisa didapatkan lebih beragam

Untuk menikmati indahnya pemandangan di Puncak Suroloyo para pengunjung bisa duduk-duduk santai di gardu pandang yang telah disediakan. Rasakan tiupan angin yang membelai wajah sembari memandangi pemandangan yang hijau terbentang. Adem

Di kawasan Puncak Suroloyo ini ada tiga buah gardu pandang atau biasa disebut pertapaan. Namanya masing-masing adalah Suroloyo, Sariloyo dan Kaendran. Pertapaan Suroloyo berada paling bawah dari yang lainnya. Dari sini kita bisa melihat megahnya candi Buddha tersebedar di dunia, Borobudur

Berjalan sekitar 200 meter ke arah barat kita akan sampai ke pertapaan Sariloyo. Dari sini kita bisa menyaksikan kokohnya dua gunung yang bertetangga, Sindoro dan Sumbing. Berjalan naik lagi 200 m dari pertapaan Sariloyo kita akan sampai ke pertapaan terakhir yakni pertapaan Kaendran. Pemandangan dari sini tidak kalah menakjubkan. Kita bisa melihat secara lebih leluasa pemandangan hijau membentang yang sesekali dihiasi awan putih. Sempurna. Seperti di puncak gunung

Keberadaan Puncak Suroloyo sendiri juga tak lepas dari sejarah. Menurut cerita yang beredar, puncak Suroloyo dulunya merupakan tempat bertapa Raden Mas Rangsang. Ia adalah Putra Mahkota dari Kerajaan Mataram Islam. Dalam cerita lain, Puncak Suroloyo dipercaya sebagai titik temu imajiner antara empat gunung di pulau Jawa yakni Merapi, Sindoro, Sumbing dan Merbabu. Puncak Suroloyo juga dipercaya sebagai Kiblat Pancering Pulau Jawa, yakni titik pusat 4 empat penjuru. Utara-selatan dan barat-timur

Sunday, September 6, 2015

Jogja yang istimewa tak pernah kehilangan pesonanya meski malam hari telah menjelang. Justru, pada malam hari lah kita bisa menikmati keindahan Jogja dari sisi yang lain

Ada banyak tempat-tempat seru untuk menghabiskan malam di Jogja. Salah satunya adalah Taman Pelangi. Beberapa orang juga menyebut tempat ini sebagai Taman Lampion

Di Taman Pelangi kita bisa melihat berbagai lampion dengan berbagai warna dan bentuk. Taman ini juga dihiasi dengan lampu-lampu taman berbagai bentuk dan rupa sehingga membuat suasana malam disana terasa semakin asik

Lokasi Taman Pelangi ini berada satu kompleks dengan Museum Monjali di jalan ring road utara Jogja, kabuten Sleman. Tempat ini menjadi salah satu wisata malam Jogja yang cukup digemari anak-anak muda. Biasanya mereka datang kesini bersama teman-teman untuk sekedar berfoto dengan lampion warna-warni atau sekedar duduk di taman sambil menikmati indahnya langit malam Jogja

Tongkrongan malam di Jogja memang tak pernah ada habisnya. Di Taman Pelangi ini kamu bisa menikmati suasana malam di Jogja dari sisi yang berbeda. Monumen Tugu Monjali yang berbentuk seperti kerucut akan terlihat remang-remang saat hari mulai gelap. Sementara danau yang mengelilinginya menjadi pemandangan yang indah saat malam hari. Di sekitar danau telah disediakan kursi-kursi yang bisa digunakan untuk duduk sambil bercengkrama. Selain berbagai bentuk lampion warna-warni, Taman Pelangi juga punya fasilitas taman bermain untuk anak-anak. Sedangkan untuk menikmati keindahan cahaya warni-warni lampion kita bisa berjalan menyusuri taman mulai sudut sebelah selatan sampai sudut sebelah utara. Kita akan menjumpai berbagai bentuk lampion seperti angsa, hati, serta berbagai boneka lucu yang sangat fotogenik

Jika sedang beruntung, kamu juga akan menemukan permainan musik akustik di Taman Pelangi. Pertunjukan ini akan semakin berkesan dinikmati bersama orang spesial. Apalagi dibawah langit Jogja yang sangat romantis. Pasti akan jadi momen yang tak terlupakan

Kecuali jika ingin menikmati kesendirian, sebaiknya jangan datang ke Taman Pelangi seorang diri. Karna yang datang kesini biasanya adalah mereka yang ingin pacaran. Jadi, daripada keki melihat orang pacaran sementara kita hanya duduk sendiri, lebih baik ajak teman

Saturday, August 22, 2015

Indrayanti merupakan pantai yang paling dicari di Jogja karna suasana di pantai ini mirip dengan pantai-pantai di Indonesia Tengah dan Timur. Pantai ini berpasir putih dan sangat bersih dengan air laut berwarna biru jernih

Pantai Indrayanti sendiri merupakan sebuah pantai yang ada di kabupaten Gunung Kidul. Lokasinya berada di sebelah timur pantai Sundak. Diantara beberapa pantai cantik yang ada di Gunung Kidul pantai Indrayanti adalah yang paling dicari. Pengelolaan pantai ini juga lumayan bagus. Hal ini bisa dilihat dari fasilitas-fasilitas yang cukup lengkap serta tidak adanya sampah di sepanjang pantai. Pengelola mengenakan sistem denda kepada pengunjung yang kedapatan membuang sampah sebarangan

Keterlibatan pihak swasta dalam pengelolaan panti ini menjadi salah satu faktor keasrian pantai Indrayanti

Nama pantai ini sebenarnya adalah pantai Pulang Syawal. Sedangkan Indrayanti sendiri merupakan nama seorang pemilik cafe yang ada disana. Namun, karna papan nama yang ada di cafe tersebut cukup mencolok akhirnya banyak yang menyebut pantai ini dengan nama pantai Indrayanti

Berada di pantai Indrayanti kita akan langsung teringat dengan suasana pantai yang ada di Bali. Deretan payung terlihat berjajar dengan orang-orang berteduh dibawahnya, resto-resto yang banyak terpampang di pinggir pantai, pasir pantai berwarna putih dan memiliki tekstur lembut merupakan sajian yang ada di pantai Indrayanti. Air laut yang ada di pantai ini berwarna biru bersih dengan ombak sedang. Ombak tersebut bergemuruh seakan-akan memanggil-manggil wisatawan untuk mencebur dan berbasah-basahan

Jika merasa lapar kita tinggal memesan makanan di warung/cafe yang banyak tersedia di sekitar pantai. Kita bisa duduk-duduk santai dibawah payung sambil menikmati air kelapa dan lantunan musik reggae ala Steven and Coconut Treez. Damai

Sekedar berjalan-jalan bertelanjang kaki sembari merasakan lembutnya pasir pantai juga merupakan pilihan yang tak kalah seru. Kita bisa berjalan-jalan sambil menikmati embusan angin pantai yang khas. Di ujung timur pantai ada sebuah bukit karang yang bisa kita daki. Dari atas bukit ini kita bisa melihat pemandangan laut lepas membentuk garis horison yang panjang. Pemandangan pantai terlihat berbeda dari atas bukit ini: indah. Orang-orang akan terlihat begitu mungil sedangkan payung-payung yang berjejer terlihat bagai titik warna-warni yang mempesona

Di sepanjang pantai ini terdapat tumbuhan pandan pantai yang seolah-olah melengkapi pemandangan indah pantai Indrayanti. Pantai Indrayanti tak berhenti memamerkan pesonanya meski malam telah menjelang. Gemerlap lampu yang dipancarkan oleh cafe-cafe membuat suasana malam di pantai ini semakin indah. Pantai Indrayanti memang keren

Wednesday, August 12, 2015

Goa Kiskendo adalah sebuah goa yang terdapat di kabupaten Kulon Progo, DIY. Goa ini terletak di alam terbuka dan merupakan goa alami yang memiliki sebuah cerita yang melatar belakanginya

Bagian dalam goa ini cukup luas dan terdapat banyak cekungan pada dinding-dinging goa yang digunakan untuk tempat bersemedi. Goa Kiskendo merupakan sebuah goa yang memiliki cerita legenda. Pada jaman dulu goa ini merupakan sebuah goa yang menjadi tempat tinggal dua makhluk raksasa bernama Mahesasura dan Lembusura. Mahesura adalah raksasa dengan kepala kerbau sedangkan Lembusura adalah raksasa dengan kepala sapi

Dalam cerita pewayangan jaman dulu, kedua raksasa tersebut akan dibunuh oleh Subali dan Sugriwa setelah mendapat perintah dari Batara Guru. Maka terjadilah pertempuran yang melibatkan kedua raksasan tersebut dengan Subali dan Sugriwa. Dalam cerita pewayangan Jawa, Subali dan Sugriwa adalah kakak beradik

Kembali ke Goa. Lokasi goa Kiskendo berada di perbukitan menoreh yang membentang di barat laut Kulon Progo. Goa ini berada di ketinggian sekitar 1200 mdpl sehingga tak heran kalau hawa di sekitar goa ini sangat sejuk dan nyaman

Penjelajahan goa Kiskendo dimulai dengan melewati anak tangga menuju mulut goa. Setelah memasuki area goa suasana mistis langsung terasa. Goa Kiskendo senantiasa lembab dan gelap. Untuk menyusuri setiap sudut goa kita biasanya akan dipandu oleh seorang juru kunci yang akan menjelaskan setiap detail bagian goa beserta cerita-cerita yang melatarbelakanginya

Yang menarik dari goa ini adalah keberadaan sebuah sungai yang konon airnya tak pernah surut meski musim kemarau. Ketika terjadi pertempuran antara Mahesasura dan Lembusura dan Subali, sungai ini mengalirkan air berwarna merah dan putih. Warna merah merupakan darah dari Mahesasura dan Lembusura sedangkan warna putihnya berasal dari darah  Subali

Di goa ini telah dibangun jalanan setapak dari cor semen untuk memudahkan para pengunjung menjelajahi setiap isi goa. Bagian utama goa ini sendiri cukup luas. Di bagian ini terdapat cekungan-cekungan di dinding goa yang menjadi tempat semedi. Tempat-tempat semedi tersebut memiliki nama sendiri-sendiri. Antara lain adalah Pertapaan Ledhek yang digunakan untuk meningkatkan seni dalang dan tari, Pertapan Kusuma untuk tempat semedi bagi mereka yang menginginkan jabatan serta Pertapaan Santri Tani bagi mereka yang mengingingkan kesuksesan dalam pertanian dan perkebunan

Di goa Kiskendo ini juga terdapat stalagmit indah yang menestkan air ke permukaan tanah. Bentuk stalagmit yang menyerupai lidah ini dipercaya sebagai lidah dari kedua raksasa yang tinggal di tempat ini — Mahesasura dan Lembusura. Sedangkan tetesan air yang jatuh ke permukaan dipercaya sebagai air liur dari kedua raksasa tersebut

Sayangnya, tetap saja ada tangan-tangan jahil yang membuat coretan di beberapa bagian dinding goa yang merusak keindahan alami goa

Area di sekitar goa ini sudah dikembangkan untuk mendukung kegiatan wisata. Di area sekitar goa terdapat tempat bermain untuk anak-anak. Hawa sejuk yang ada di sekitar goa juga cukup asik untuk bersantai sejenak dan menenangkan pikiran

Friday, July 31, 2015

Pantai Krakal merupakan salah satu pantai cantik yang ada Gunung Kidul, DIY. Dengan tipikal pantai Gunung Kidul yang berpasir putih, pantai Krakal menjadi tempat yang asyik untuk bersantai dan bermalas-malasan

Lokasi pantai Krakal berjarak sekitar 2km sebelah barat pantai Sundak. Berada di pantai Krakal akan membuat siapapun jadi PW dan malas pulang

Pantai Krakal termasuk pantai yang kurang cocok untuk dipakai berenang. Sebabnya, bibir pantai ini dipenuhi oleh batuan karang. Pengunjung yang datang ke pantai ini biasanya adalah mereka yang ingin bersantai atau surfing. Ombak yang ada di pantai Krakal memang cukup proporsional untuk melakukan surfing

Keindahan pantai Krakal tak perlu dipertanyakan lagi. Memasuki area pantai kita akan langsung disuguhi oleh deburan ombak khas Pantai Selatan. Pasir putihnya membuat keindahan pantai ini semakin terpancar

Pengembangan pantai Krakal sebagai tempat wisata sudah cukup baik. Di sekitar pantai sudah terdapat gazebo-gazebo yang bisa digunakan untuk leyeh-leyeh sambil bercengkrama bersama teman-teman atau keluarga. Warung makan serta hotel juga sudah banyak terdapat di sekitar pantai

Tak perlu khawatir soal akses jalan. Jalanan menuju pantai ini sudah cukup bagus bahkan untuk kendaraan roda empat

Karna pantai Krakal kurang cocok untuk berenang, banyak pengunjung yang hanya duduk-duduk di pinggiran pantai atau gazebo sambil merasakan angin pantai yang sejuk. Ada pula yang berjalan-jalan santai menyisir bibir pantai. Jika kamu ingin bermain-main air di bibir pantai sebaiknya mengenakan alas kaki karna batu-batu karang yang ada di pinggiran pantai ini cukup tajam

Daya tarik lain pantai Krakal adalah keberadaan sebuah batu karang mirip pulau kecil yang terdapat di ujung kanan pantai. Diatas batu karang tersebut terdapat sebuah gazebo yang sengaja disediakan untuk menikmati pemandangan laut lepas dari ketinggian

Yang menarik dari pantai Krakal adalah keberadaan ikan-ikan kecil yang berenang diantara batu-batu karang di bibir pantai. Berbagai jenis ikan seperti ikan Kepe, ikan Bestum, ikan Pogat serta ikan Tiger bisa kamu jumpai di pantai Krakal. Untuk kamu yang suka seafood, kamu juga bisa memesan ikan bakar di warung terdekat yang bisa kamu nikmati sambil menikmati suasana pantai. Nyus!

Wednesday, July 1, 2015

Saat di Jogja kamu tak akan pernah kehabisan ide untuk traveling. Mau mencari tempat yang seperti apapun ada di Jogja. Jika kamu termasuk pemburu senja, ada sebuah tempat baru di Jogja yang bisa kamu kunjungi selain Ratu Boko. Tempat tersebut adalah Embung Nglanggeran

Tempat ini baru diresmikan oleh gubernur Jogja, Sri Sultan Hamengkubuwono X pada awal tahun 2013 lalu. Embung Nglanggeran merupakan sebuah telaga buatan yang berada di ketinggian bukit sehingga memiliki pemandangan yang sangat indah. Terutama saat sore hari. Pemandangan hijau yang luas membentang akan disiram oleh cahaya kuning matahari senja yang menghadirkan pesona alam yang begitu memukau

Sebelum dijadikan sebagai embung alias telaga buatan, tempat ini hanyalah sebuah bukit biasa. Setelah diubah menjadi embung, tempat ini kini menjadi ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Embung ini memiliki fungsi ganda. Selain sebagai tempat wisata, embung Nglanggeran juga berfungsi sebagai sumber air untuk kebun buah yang ada di sekitar embung

Lokasi embung ini semakin istimewa karna berada dekat dengan Gunung Api Purba, sekitar 2 km saja. Dari pinggiran embung kita bisa menyaksikan batu-batu raksasa yang membentuk gugusan Gunung Api Purba

Tempat wisata ini sendiri sudah dikelola dengan baik. Di sekitar embung juga terdapat gazebo yang bisa digunakan untuk duduk-duduk sambil menikmati pemandangan di sekitar embung. Agak naik sedikit dari embung terdapat sebuah area semacam hutan dengan beberapa tulisan unik. Di tempat ini kamu bisa duduk-duduk santai sambil menikmati pemandangan hijau yang begitu indah

Air di embung Nglanggeran ini berwarna biru toska dengan ikan-ikan kecil di dalamnya. Namun, pengunjung tidak diperkenankan untuk memancing di tempat ini. Di pinggiran embung juga diberi pembatas pagar untuk mencegah pengunjung bermain dengan air

Perlu dicatat, cuaca di tempat ini sangat panas saat siang hari. Jika kamu ingin jalan-jalan ke tempat ini, sebaiknya mengambil waktu sore atau pagi. Para wisatawan yang baru melakukan pendakian ke Gunung Api Purba biasanya juga mampir ke tempat ini

via Yukpiknik.com

Wednesday, June 24, 2015

Bisa menemukan sebuah tempat wisata baru — yang keberadaannya belum diketahui oleh banyak orang — merupakan sebuah kepuasan tersendiri. Di Jogja masih banyak tempat-tempat seru yang keberadaannya baru diketahui oleh segelintir orang saja

Air terjun Randusari adalah salah satu tempat seru lain di Jogja yang keberadaannya belum diketahui oleh banyak traveler. Air terjun cantik ini berada di kabupaten Bantul. Lokasinya memang sedikit tersembunyi dan butuh sedikit perjuangan untuk mencari tempat ini. Air terjun ini berada di sebuah desa di kecamatan Dlingo

Untuk kamu yang ngaku traveler sejati dan gemar bertualang mencari tempat-tempat baru, air terjun yang satu ini barangkali bisa jadi tujuan baru kamu untuk agenda tualang selanjutnya. Datanglah kesana dan rasakan sensasi alam yang luar biasa

Untuk bisa sampai ke lokasi air terjun ini cara paling gampang adalah melalui jalan Wonosari-Jogja. Sesampainya di pos polisi Pathuk kita bisa ambil arah Dlingo. Air terjun Randusari berada di dusun Dusun Rejosari, Desa Jatimulyo. Perlu diketahui, air terjun ini belum dikelola sebagai sebuah tempat wisata komersial. Jadi, tidak ada fasilitas apapun disana, termasuk tempat parkir. Lokasi air terjun sendiri berjarak beberapa ratus meter dari desa sehingga membutuhkan waktu beberapa menit berjalan kaki menuju lokasi

Tapi, dijamin kamu tak akan bosan karna suasana dalam perjalanan terasa sangat menyenangkan. Suasana alam begitu terasa. Hal yang akan membuat pikiran menjadi tenang dan nyaman

Begitu sampai di lokasi air terjun kita akan langsung disambut oleh suara gemuruh. Suara gemuruh tersebut seketika akan terdengar begitu merdu setelah kita melihat aliran air yang jatuh dari ketinggian yang terlihat begitu cantik dan menawan. Air tersebut kemudian mengalir ke sebuah sungai kecil yang airnya begitu segar. Alam memang selalu bisa membuat siapapun mendadak menjadi melankolis dan romantis

Air terjun Randusari dikeliling oleh berbagai macam jenis pohon. Salah satu pohon yang tumbuh di sekitar air terjun adalah pohon randu yang nampaknya menjadi dasar penamaan air terjun ini, “Randusari”. Karna suasana di sekitar air terjun ini sangat sepi, kita bisa melakukan apapun disana layaknya di air terjun pribadi. Mau hammock-an atau sekedar duduk-duduk santai menikmati suasana alam yang segar. It’s up to you

Thursday, June 18, 2015

Ada banyak sekali pantai yang bisa kunjungi di Gunung Kidul, Jogja. Salah satunya adalah pantai Wediombo. Pantai Wediombo merupakan pantai berpasir putih lainnya yang ada di kabupaten Gunung Kidul

Pantai Wediombo dikenal sebagai pantai yang memiliki batu karang dimana banyak orang yang memancing ikan dari atas batu karang tersebut. Selain itu, pantai Wediombo juga memiliki sebuah “kolam renang” alami yang sering dijadikan tempat berenang oleh pengunjung. Letak “kolam renang” ini berada di pinggir pantai dan dipisahkan oleh batu karang

Dalam bahasa Jawa wedi artinya pasir sedangkan ombo artinya luas. Jadi, arti nama pantai Wediombo secara harfiah adalah pasir yang luas. Meski demikian, pantai ini sebenarnya tidak luas-luas amat. Masih kalah luas jika dibandingkan dengan pantai-pantai lain di Jogja, misalnya Parang Tritis

Walau demikian pantai ini tetap memiliki daya tarik yang membuatnya menjadi salah satu pantai yang paling banyak dicari di Gunung Kidul. Salah satu daya tarik utama pantai ini adalah batu-batu karang yang biasa digunakan untuk memancing ikan. Kegiatan memancing ikan di atas batu karang di pantai Wediombo dulunya hanya dilakukan oleh penduduk setempat. Namun, kini banyak penggemar mancing yang sering menghabiskan waktu di pantai ini

Lokasi pantai Wediombo berada dibawah permukaan rata-rata tanah sekitar. Untuk mencapai lokasi pantai para pengunjung harus melewati puluhan anak tangga terlebih dahulu. Setelah itu, keindahan panorama pantai Wediombo akan dapat dinikmati dengan leluasa

Pengunjung yang datang ke pantai Wediombo biasanya menghabiskan waktu dengan berenang dan bermain-main pasir — selain tentu saja — memancing ikan dari atas batu karang. Dibandingkan pantai-pantai lain di Gunung Kidul suasana pantai Wediombo ini masih cenderung sepi. Untuk kamu yang ingin mencari tempat untuk menenangkan diri ala pantai, pantai Wediombo bisa menjadi pilihan yang pas

Meski tak seramai pantai lainnya di Gunung Kidul, misalnya Indrayanti, namun fasilitas yang ada pantai Wedimbo ini juga cukup lengkap. Mushola, kamar mandi, warung. Semua sudah tersedia di Wediombo

Tuesday, June 9, 2015

Di Jogja ada beberapa tempat yang sangat asyik untuk menikmati matahari tenggelam aka sunset. Kamu mungkin sering mendengar tentang indahnya sunset di Istana Ratu Boko atau Bukit Bintang. Namun, pernahkan kamu mendengar tentang Bukit Parang Endog?

Bukit Parang Endog merupakan tempat lain di Jogja yang sangat pas untuk menikmati keindahan senja. Namanya memang belum begitu terkenal seperti halnya Ratu Boko atau Bukit Bintang. Namun, suasana senja yang disajikan oleh tempat ini tak kalah indah

Dari bukit ini kamu bisa menyaksikan indahnya senja dengan latar belakang laut selatan yang luas dan seperti tak berbatas. Matahari yang tenggelah melewati garis horison adalah pemandangan yang bisa kamu dapatkan di tempat ini. Lokasi Bukit Parang Endog ini sebenarnya tidak jauh dari Pantai Parang Tritis, pantai yang menjadi salah satu ikon pariwisata Jogja. Lokasinya berada di sebelah timur Pantai Parang Tritis. Dari atas bukit ini kamu bisa menyaksikan keindahan pantai-pantai yang satu garis dengan Pantai Parang Tritis seperti Parang Kusumo dan Depok

Bukit Parang Endog sebenarnya merupakan sebuah bukit yang digunakan sebagai landasan paralayang, namun jarang sekali dipakai mengingat disana belum ada rental paralayang. Bukit ini biasanya digunakan pada event-event tertentu, misalnya Jogja Air Show yang diadakan setiap tahun di Parang Tritis dan Parang Kusumo. Selebihnya, tempat ini lebih sering digunakan untuk menikmati pemandangan laut lepas yang begitu indah

Secara administratif Bukit Parang Endog sudah masuk ke kabupaten Gunung Kidul, tepatnya di desa Girijati kecamatan Purwosari. Untuk bisa ke Bukit Parang Endog, kamu bisa lewat jalan yang menuju ke Wonosari. Kalau bingung, kamu bisa menanyakan lokasi bukit ini ke petugas di loket pembelian tiket Pantai Parang Tritis. Ketika bertanya pastikan kamu menanyakan lokasi bukitnya. Soalnya, Parang Endog sendiri memiliki dua objek yakni pantai dan bukit. Kalau sudah terlanjur ke pantainya, kamu harus keluar lagi menuju jalan yang mengarah ke bukit

Jalanan ke Bukit Parang Endog ini cukup menanjak jadi kamu berhati-hati. Untuk sampai ke puncak bukit kamu harus melewati beberapa anak tangga. Setelah itu, silahkan nikmati sendiri pemandangan yang akan disajikan. Sebaiknya datang kesini pada sore hari setelah pukul 3 sore saat cuaca sedang cerah untuk mendapatkan pemandangan senja yang maksimal

Categories

About

Blog ini adalah perpanjangan tangan dari Yukpiknik.com. Blog ini secara khusus mengulas tempat-tempat wisata di Jogja. Selengkapnya

Popular Posts